TPQ Al-Hikmah

“Ingin mencetak anak yang ber akhlakul karimah dan juga bisa mengaji al qur`an” itulah sepatah kalimat yang disampaikan oleh Sofiah, guru TPQ (Tempat Pembelajaran Qur`an) anak anak desa Bogotanjung. Melihat anak anak pada waktu itu masih jarang sekali yang tahu tentang membaca Al-Qur`an dan juga belom ada TPQ, maka beliau pun berinisiatif untuk mendidik anak anak agar bisa membaca dan menulis Al-Qur`an. “pada waktu itu masih jarang sekali mas yang tau baca tulis qur`an, maka saya ya berniat untuk   mengajar baca tulis Al-Qur`an, juga karena pada waktu itu lembaga pendidikan yang fokus mengajarkan Al-Qur`an masih jarang sekali,” tutur Sofiah (14/9/21)

Pada waktu itu, tepatnya di Tahun 1994 Sofiah dibantu oleh suaminya, bapak Selamet Riyadi yang juga sebagai kepala TPQ. Namun, karena ketidak tersediaan tempat membuat beliau harus meminjam Mushola Al-Hikmah milik tetangga,  yang tempatnya juga tidak terlalu jauh dari rumah beliau untuk mendidik anak-anak dalam membaca Al-Qur`an. Bersamaan dengan itu Sofiah juga telah memiliki rencana untuk mendirikan Mushola sendiri untuk digunkan belajar membaca dan menulis Al-Qur`an, agar tidak selalu mengandalkan mushola tetangga. “pada waktu itu belum punya Mushola sendiri mas, jadi ya pinjam mushola tetangga yang tempatnya juga tidak terlalu jauh dari sini, di Mushola Al-Hikmah. Namun, saya juga memiliki rencana untuk mendirikan Mushola sendiri mas, biar tidak selalu menggunakan mushola orang lain,” turnya.

Selama mengajar di Mushola Al-Hikmah anak anak yang belajar membaca dn menulis Al-Qur`an berjumlah sekitar 80 anak, yang kesemuanya itu terdiri dari kelas satu sampai kelas enam SD dan guru yang mengajar saat itu berjumlah empat, yaitu Sofiah, Alimah,Istiqomah, dan ibu Isnaini. Adapun metode baca yang digunakan untuk mengajar anak anak adalah iqrok, karena standar yang dipake lebih mudah maka anak anak pun juga mudah dalam membacanya. Namun, karena metode iqrok tidak dilengkapi dengan hukum bacaan atau ilmu tajwid di dalamnya, anak-anak pun sulit untuk mengetahui hukum bacaan yang terdapat di dalam Al-Qur`an. “Karena metode yang mudah dan juga menyesuiakan anak anak yang memang belom faham baca tulis Qur`an, maka kami menggunakan metode iqrok yang lebih mudah, namun karena metode itu tidak di lengkapi dengan hukum bacaan/ tajwid anak anak sulit untuk memahami hukum bacaanya mas,” ungkapnya. Sedangkan waktu pelaksanaanya yaitu sore dari jam empat sore sampai jam lima.

Setelah empat tahun berjalan tepatnya di tahun 1998 Mushola Sofiah selesai dibangun, dengan nama Mushola Al-Falah. Meski begitu, pembelajaran baca dan tulis Al-Qur`an masih tetap dilakukan di Mushola Al-Hikmah, karena pada waktu itu operasional di Mushola yang baru jadi belom terselenggara secara penuh. Setelah delapan Tahun berjalan tepatnya di tahun 2002 karena operasional Mushola Al-Falah sudah siap untuk TPQ, maka pembelajaran baca dan tulis Al-Qur`an dialihkan di Mushola Al-Falah. Karena pada mulanya TPQ tersebut bertempat di Mushola Al-Hikmah, maka nama TPQ nya diberi nama TPQ Al-Hikmah “Setelah Mushola ini sudah jadi, pembelajaran baca tulis Al-Qur`an masih berada di mushola itu mas, baru setelah tahun 2002 dan operasional Mushola sudah siap untuk TPQ, maka di pindah di Mushola sendiri dan nama TPQ nya mengikuti nama Mushola yang sebelumnya Al-Hikmah,”

Metode pembelajaran yang digunakan pun juga berbeda dari sebelumnya, jika yang sebelumnya menggunakan metode iqrok, setelah berpindah dari Mushola Al-Hikmah metode yang di gunakan adalah yanbu`a, yang mana metode ini dilengkapi dengan hukum bacaan atau ilmu tajwid yang berfungsi untuk memahami hukum bacaan bacaan yang ada di dalam Al-Qur`an. Sehingga anak-anak pun menjadi tahu hukum bacaan yang terdapat di dalam Al-Qur`an. “kalau menggunakan metode yanbu`a ini lebih rinci, namun anak anak bisa mengerti hukum bacaan yang terdapat dalam Al-Quran,” ungkapnya.

Hingga sekarang tepatnya Tahun 2021 TPQ Al-Hikmah menjadi lembaga pendidikan yang berfokus pada baca dan tulis Al-Qur`an yang memiliki lebih dari seratus anak didik dan sembilan pengajar. Dalam pelaksanaanya Sofiah juga mengajarkjan kepada anak-anak tentang do`a-do`a yang mudah, seperti do`a belajar, do`a tidur, do`a mau makan dan juga menulis bacaan Al-Qur`an, seperti basmalah dan juga surat surat pendek. Dalam mendidik anak anak, Sofiah memiliki harapan agar  ilmu yang diajarkan itu bermanfaat, anak didik beliau memiliki akhlak yang baik kepada orang tua dan bisa mengaji Al-Qur`an.

“harapanya agar ilmunya bermanfaat, anak anak memiliki akhlakul karimah dengan siapapun itu, terutama terhadap orang tuanya dan gurunya” ungkap Selamet Riyadi. “ Kalo harapan saya begini mas, minimal anak-anak itu pernah  membaca Al-Qur`an, apalagi bisa menghatamkan selama hidup satu kali, itu sudah berguna mas lalu ia tetap menggurukan. Jadi, meskipun dia sudah pernah mengaji, namun dia tetap menggurukanya lagi mas biar dapat sanat dari guru yang pernah mendidiknya sampai hatam,” ungkap Sofiah.

 

 

 

 

 

 

 

.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan