Kerajinan Tangan

bogotanjung-gabus.desa.id – Kerajinan tangan merupakan seni dalam menciptakan sebuah kreasi yang membutuhkan bayak waktu dan keuletan dalam membuatnya. Hasil yang didapat pun akan terlihat bagus dan berkualitas, jika orang yang membuat mau bersabar dan tidak gampang menyerah.

Soimah salah satunya, atau yang kerap disapa Imah, pengrajin yang mampu menghasilkan berbagai kerajinan seperti bros pita, bunga hias ruang tamu, buket frame, peper kuilling, boneka berbi. Perempuan yang berumur 41 tahun ini memulai usaha kerajinan tangan sejak tahun 2018. Ketertarikannya itu bermula dari foto bros milik temanya yang diunggah di status wa. ” Awalnya itu saya lihat status wa teman saya, dan di situ foto brosnya sangat indah, jadi saya ya tertarik untuk mencoba membuat seperti itu,” tutur Soimah.

Untuk memulai usahanya itu Imah belajar melalui youtube, karena dirasa lebih mudah dan praktis, sehingga ia bisa belajar kapan saya seperti yang ia mau. Selain itu, ia juga belajar dengan temanya yang sudah bisa membuat kerajinan bunga bunga dan bros pita, meski hal itu juga hanya beberapa kali saja. ” Kalau saya mah belajarnya dari youtube mas, biasanya satu Minggu habis kuota lima puluh ribu. Saya juga diajari teman saya membuat kerajinan seperti itu,” tuturnya.

Untuk bisa membuat bros yang bagus membutuhkan waktu sampai satu bulan, hal ini karena dalam pembuatannya membutuhkan penyusunan penyusunan pita menjadi bentuk bunga. “Ini saya satu Minggu sudah jadi mas, tapi kurang bagus. Kalau yang hasilnya bagus butuh waktu satu bulan, itu pun saya sempat berhenti membuat,” tuturnya.

Modal awal untuk membuat usaha itu berkisar Rp.200.000 untuk membeli bahan bahan seperti lem, kain flanel, pita satin, kawat kusus dan lain sebagainya. Dalam sehari Imah bisa menghasilkan 12 bros pita untuk ukuran sedang, sedangkan untuk yang sulit biasanya cuman sampai 6 biji saja. ” Untuk yang bros pita ukuran sedang dan tidak banyak fariasi sehari bisa sampai satu lusin, sedangkan yang sulit bisa sampai enam saja,”. tuturnya.

Untuk bros yang ukuran kecil perbiji dihargai Rp 6.800, sedangkan untuk yang ukuran besar dan berfariasi harganya mencapai Rp 15.000 dan jika membeli langsung satu lusin dapat potohangan harga. Kalau boneka berbi dibandrol dengan harga Rp 125.000 dan untuk bunga hias harga Rp 35.000 sampai Rp 130.000. Produk yang sering terjual adalah bros karena harganya yang murah dan juga sering dipake dengan jilbab. “Yang paling laku itu bros mas karna selain harganya murah kan juga sering dipakai dengan jilbab” tuturnya

Produk kerajinanya itu dipasarkan secara online malalui FB dan tidak dijual secara ofline. Selain itu produknya hanya dibuat saat ada pesanan saja. Untuk Kota yang paling sering membeli produk Imah berasal dari Jakarta dan Indramayu, sepeti bros dan bunga hias. “Pesanan paling banyak itu dari Indramayu dan Jakarta mas, seperti bros ini nanti mamu dikirim ke Indramayu,” tuturnya Imah berharap agar usahanya ini bisa berjalan lancar dan tetap diminati oleh orang banyak. “Kalau harapan saya ya semoga tetap lancar dan orang orang tetap mau beli produk saya mas,” harap Imah

 

Tim KKN IK Gabus : Eka Zunitasari dan Riski

Oleh : Rs

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan